Inilah salah satu jeleknya Indonesia yang memandang bahwa ijazah itu adalah nomer satu.
tidak ada ijazah ya mohon maaf tidak ada kesempatan,
tidak peduli berapa banyak sertifikat seminar ato kegiatan ini itu di luar akademik yang kamu lampirkan pada CV
itu saya rasakan sendiri pada saat kontrak bekerja saya akan segera berakhir pada pertengahan januari besok, karena saking penginnya untuk jadi pegawai tetap dengan semua kemudahan dan fasilitasnya
saya melamar pada sebuah bank swasta internasional, bertempat di jalan basuki rahmat surabaya
sampai pada suatu siang
"siang, dengan Lo Fortunata?"
"saya elsye, HRD bank H***, kira2 kapan ya kira bisa ketemu untuk interview?"
"baik sore ini saya tunggu di kantor saya pukul 5 sore ya, terima kasih, sampai ketemu"
berbekal kata "sampai ketemu" saya naek taxi berangkat ke sana dengan hati senang gembira, padahal taci adalah kendaraan yang paling jarang saya jamah karena mahal.
20menit menunggu, akhirnya...
"we'll start this interview in english"
hampir 30menit berjalan, apa yang terjadi?
"lho ternyata Anda ini bukan S1 ya?"
"kan sudah saya katakan di CV dan saya lampirkan copy ijazah saya?"
"ya sorry we aren't aware with your diploma degree, anyway thankyou for your consideration to come here"
diakhiri dengan kata thankyou, di tolak mentah2 hanya karena SAYA D3 BUKAN S1
bukankah mereka yang bekerja di bank dituntut untuk harus teliti??
tidak ada ijazah ya mohon maaf tidak ada kesempatan,
tidak peduli berapa banyak sertifikat seminar ato kegiatan ini itu di luar akademik yang kamu lampirkan pada CV
itu saya rasakan sendiri pada saat kontrak bekerja saya akan segera berakhir pada pertengahan januari besok, karena saking penginnya untuk jadi pegawai tetap dengan semua kemudahan dan fasilitasnya
saya melamar pada sebuah bank swasta internasional, bertempat di jalan basuki rahmat surabaya
sampai pada suatu siang
"siang, dengan Lo Fortunata?"
"saya elsye, HRD bank H***, kira2 kapan ya kira bisa ketemu untuk interview?"
"baik sore ini saya tunggu di kantor saya pukul 5 sore ya, terima kasih, sampai ketemu"
berbekal kata "sampai ketemu" saya naek taxi berangkat ke sana dengan hati senang gembira, padahal taci adalah kendaraan yang paling jarang saya jamah karena mahal.
20menit menunggu, akhirnya...
"we'll start this interview in english"
hampir 30menit berjalan, apa yang terjadi?
"lho ternyata Anda ini bukan S1 ya?"
"kan sudah saya katakan di CV dan saya lampirkan copy ijazah saya?"
"ya sorry we aren't aware with your diploma degree, anyway thankyou for your consideration to come here"
diakhiri dengan kata thankyou, di tolak mentah2 hanya karena SAYA D3 BUKAN S1
bukankah mereka yang bekerja di bank dituntut untuk harus teliti??

2 comments:
owalah tun.... gpp lah skrng kan ada calon suami, sudah mapan :)
tapi kan masi lebih baik utk cari penghasilan sendiri,
jgn membiasakan diri utk bergantung pada org laen ahh "_"
Post a Comment