9.09.2013

SeperSekianDetikSaja...

seperti biasa, setiap pagi harus berdiri dengan sudut kemiringan tdk seimbang di bis,menahan supaya tidak menghamtam penumpang yg lagi duduk,

dan seperti biasa juga, harus berjalan 200 meter (gak pernah ukur sih ya kurang lebihnya lah) untuk bisa sampe di depan gerbang kantor

tapi pagi itu ada yang berbeda, saya nunggu lampu lalu lintas menyala merah, karena ketika mobil berhenti, saya baru bisa nyebrang,

bukan masalah ga berani untuk nyebrang pas mobil2 itu pada jalan, masalahnya, menunggu lampu dari ijo menjadi merah itu hanya seper sekian detik, ga ada artinya jika tertabrak, trus ke rumah sakit, nah berapa lama lagi kan waktu yang terbuang di rumah sakit itu ketimbang nunggu itungan detik tadi?

ada seorang ibu ibu muda di sebelah saya, sama sama menunggu lampu,

dari jauh memang terlihat innova melaju lumayan kencang, ibu itu nekat menyeberang, mungkin ia perkirakan jarak innova itu masih jauh

dan perkiraan dia salah

masih untung belum tertabrak

"mau mati lo?" teriak pengemudi itu

si ibu masih kaget, ia hanya mengelus dadanya, tidak menjawab apa2

MARI KITA BELAJAR DARI PENGALAMAN INI...

mayoritas orang Indonesia tdk memperdulikan rambu lalu lintas yg dibuat, padahal semua hal tsb dibuat untuk keselamatan para pengguna sendiri

jika hal seperti tadi masih terjadi juga, ya silakan Anda analisa sendiri, siapa yang salah, dan jika mobil itu menabrak ibu yang sembarangan nyebrang itu, pasti mobil lah yang disalahkan, padahal ya salah sendiri nyebrang jalan saat lampu masih ijo...


0 comments:

Post a Comment