5.04.2013

"membantu" jadi lebih mahal dari harga sekilo emas batangan

Beberapa hari lalu saya sempat berbincang sedikit bersama pasangannya saya mengenai betapa hebohnya para pengikut ustad uje yang rela berbondong bondong mengantar hingga sampai di tempat peristirahatan terakhir.

“saking baiknya itu orang” komentar dia.

Saya sadar sepenuhnya bahwa salah satu esensi kehidupan adalah bagaimana menjadi orang baik, orang ikhlas yang mau membantu orang lain tanpa meminta balasan.

Tapi karena semua hal telah diukur dengan materi, uang, duit, harta, maka hilang sudah rasa ikhlas itu, dan semakin sedikitlah orang baik di dunia ini. Semua berubah egois.

Contoh kecil, ketika naik sebuah angkutan umum, bus, semua penumpang duduk, dan ada penumpang baru datang dengan perut besarnya yang tampak berat, ibu hamil, hampir semua orang tidak mau berdiri untuk menawarkan dia duduk, semua beranggapan siapa cepat datang ya dia yang dapat duduk, toh bayarnya sama.

Contoh lain lagi, ada orang yang punya kendaraan roda empat, kemudian ada orang yang hanya memiliki sepeda motor, satu satunya kendaraan yang ia miliki, saat kepepet, si empunya mobil memang meminjamkannya  mobil, tapi malah jadi bahan omongan hingga beberapa minggu berikutnya, penyebabnya hanya karna meminjam.

Ada lagi, ketika dalam suatu lingkungan ada seseorang yang telah dipandang mampu dalam hal materi, maka beberapa orang di lingkungan tersebut meminta tolong, mungkin, siapa tahu bisa juga kecipratan materi yang ia punya. Anggap saja saya pemilik toko kelontong yang selalu laris, rejeki selalu lancar, kemudian datang si A ingin menitipkan jajan kue keringnya untuk dijualkan di toko itu. Saya menolak, saya merasa toko saya tidak pantas menjual kue kering murahan semacam itu.

Beberapa hari lalu saya menyelesaikan buku berjudul RANAH 3 WARNA, buku lanjutan dari NEGERI 5 MENARA, awalnya saya males baca karna berbau keagamaan, tapi saya malah bertambah banyak ilmu dari kedua buku ini.
  
       MAN JADDA WAJADA “siapa yang bersungguh sungguh akan berhasil”
 
       MAN SHABARA ZHAFIRA “siapa yang bersabar akan beruntung”

Alif Fikri, tokoh utama dalam cerita ini juga mengajarkan bahwa dari setiap rejeki dan rizki yang kita dapatkan juga merupakan rezeki bagi orang lain, maka janganlah pernah untuk tidak mau berbagi, bagi kita mungkin kecil, bagi mereka itu lebih dari berharga.

Begitupun mengenai membantu, berbagilah dengan orang orang yang membutuhkan bantuanmu.

Tidak mau membantu? Tidak apa apa, saya anggap saja kalian sedang khilaf, lupa, bahwa semua yang  Anda miliki hanyalah titipan semata.

3 comments:

Unknown said...

keren ya tulisannya.. baru tau blog ini :)))

Unknown said...

halo salam kenal yah! baru buat, baru dipublikasikan juga, thanks for the comment

Unknown said...

wah keren bermanfaat sekali. salam kenal ya Fortunata. boleh minta contact person ndak? kita bisa saling berbagi.

Post a Comment