Beberapa hari lalu saya sempat berbincang sedikit bersama
pasangannya saya mengenai betapa hebohnya para pengikut ustad uje yang rela
berbondong bondong mengantar hingga sampai di tempat peristirahatan terakhir.
“saking baiknya itu orang” komentar dia.
Saya sadar sepenuhnya bahwa salah satu esensi kehidupan
adalah bagaimana menjadi orang baik, orang ikhlas yang mau membantu orang lain
tanpa meminta balasan.
Tapi karena semua hal telah diukur dengan materi, uang,
duit, harta, maka hilang sudah rasa ikhlas itu, dan semakin sedikitlah orang
baik di dunia ini. Semua berubah egois.
Contoh kecil, ketika naik sebuah angkutan umum, bus, semua
penumpang duduk, dan ada penumpang baru datang dengan perut besarnya yang
tampak berat, ibu hamil, hampir semua orang tidak mau berdiri untuk menawarkan
dia duduk, semua beranggapan siapa cepat datang ya dia yang dapat duduk, toh
bayarnya sama.
Contoh lain lagi, ada orang yang punya kendaraan roda empat,
kemudian ada orang yang hanya memiliki sepeda motor, satu satunya kendaraan
yang ia miliki, saat kepepet, si empunya mobil memang meminjamkannya mobil, tapi malah jadi bahan omongan hingga
beberapa minggu berikutnya, penyebabnya hanya karna meminjam.
Ada lagi, ketika dalam suatu lingkungan ada seseorang yang
telah dipandang mampu dalam hal materi, maka beberapa orang di lingkungan
tersebut meminta tolong, mungkin, siapa tahu bisa juga kecipratan materi yang
ia punya. Anggap saja saya pemilik toko kelontong yang selalu laris, rejeki selalu
lancar, kemudian datang si A ingin menitipkan jajan kue keringnya untuk
dijualkan di toko itu. Saya menolak, saya merasa toko saya tidak pantas menjual
kue kering murahan semacam itu.
Beberapa hari lalu saya menyelesaikan buku berjudul RANAH 3
WARNA, buku lanjutan dari NEGERI 5 MENARA, awalnya saya males baca karna berbau
keagamaan, tapi saya malah bertambah banyak ilmu dari kedua buku ini.
MAN JADDA WAJADA “siapa yang bersungguh sungguh
akan berhasil”
MAN SHABARA ZHAFIRA “siapa yang bersabar akan
beruntung”
Alif Fikri, tokoh utama dalam cerita ini juga mengajarkan
bahwa dari setiap rejeki dan rizki yang kita dapatkan juga merupakan rezeki
bagi orang lain, maka janganlah pernah untuk tidak mau berbagi, bagi kita
mungkin kecil, bagi mereka itu lebih dari berharga.
Begitupun mengenai membantu, berbagilah dengan orang orang
yang membutuhkan bantuanmu.
Tidak mau membantu? Tidak apa apa, saya anggap saja kalian
sedang khilaf, lupa, bahwa semua yang
Anda miliki hanyalah titipan semata.

3 comments:
keren ya tulisannya.. baru tau blog ini :)))
halo salam kenal yah! baru buat, baru dipublikasikan juga, thanks for the comment
wah keren bermanfaat sekali. salam kenal ya Fortunata. boleh minta contact person ndak? kita bisa saling berbagi.
Post a Comment