skip to main |
skip to sidebar
Posted by
Unknown
at
08:43
Pagi sampai siang tadi saya hadir dalam sebuah seminar
motivasi, bukan karena niat mendaftar jadi peserta tapi karena amanat dari
kantor, jika tidak hadir harus membayar sejumlah uang denda
Seminar motivasi berjudl “serve with heart” dipimpin oleh seorang
bapak paruh baya berbaju batik coklat, namanya Jamil Azzaini,
Beliau bercerita mengapa namanya jamil yang dalam bahasa
arab ternyata berarti cantik dan indah, padahal notabene’nya dia seorang laki.
Karena kedua orangtuanya menginginkan anak cewek maka disiapkan nya nama
perempuan, ehh ternyata lahirnya lelaki maka disisipi oleh Azzaini sebagai nama
belakangnya.
Saya tidak terlalu mengenal dia yang katanya seorang
motivator itu, tapi apalah peduli saya, pokoknya saya hadir. Ternyata saya bisa
dapat banyak ilmu dari bapak 3 orang anak itu.
Para peserta diajarkan mengenai HUKUM KEKEKALAN ENERGI.
HUKUM KEKEKALAN ENERGI di dapat dari jumlah usaha.
Jika sekarang kita kerja “soroh” (susah), semua pekerjaan
sudah dihasilkan semaksimal mungkin tapi kok ya gajinya segitu gitu ajah? Kok
ga naek2?
Jumlah usaha banyak tapi hasilnya kemana?
HASIL USAHA menghasilkan hasil yang terlihat dan hasil tidak
terlihat
Hasil yang tidak terlihat disebut sebagai TABUNGAN ENERGI
POSITIF (EPOS)
Sama seperti tabungan yang ada di bank, tidak mungkin jika
kita datang ke bank lalu mau narik uang tanpa punya tabungan di bank tersebut,
Jika ingin memperoleh hasilnya, mana mungkin bisa didapat
tanpa melakukan sebuah ataupun beberapa usaha terlebih dahulu
Dari mana TABUNGAN ENERGI POSITIF didapat? Yakni dari setiap
perbuatan-perkataan yang kita lakukan sehari hari, dan untuk menjadikannya
positif jelas kita juga harus berbuat positif.
Jika dalam sehari paling tidak melakukan 1x saja perbuatan
positif maka dalam setahun kita sudah mendapat 365 tabungan positif, bedanya
tabungan ini tidak memiliki kartu ATM untuk bisa diambil isinya sewaktu waktu,
lalu kapan dapat hasil tabungan plus bunganya?
Saya tidak tahu, Anda tidak tahu, Kita semua tidak tahu,
tapi percayalah bahwa Tuhan punya catatannya, tidak mungkin tertukar dengan
orang lain, hanya saja mungkin kita belum saatnya...
0 comments:
Post a Comment