8.01.2013

'Berbagi' Untuk Nampang...Bukan Untuk Keikhlasan...


jamannya memang sudah beda
'memberi' seperti punya gadget baru
pengen pamer
pengen menunjukkan bahwa ia punya gadget baru itu
'memberi' bukan lagi kewajiban
saya bukan muslim, saya tau bahwa dalam 'buku suci'nya umat islam, disebutkan bahwa, sebagian dari penghasilan kita ada milik mereka
mereka yang tidak mampu
mereka yang kekurangan

harinya bermaafan akan segera tiba, semua orang ingin menambah pahala, menambah kebaikan, mumpung masih di bulan penuh ampunan ini, tidak hanya berlaku bagi yang muslim tapi semuanya.

teman2 saya yang ke gereja, yang ke klenteng, semuanya pada ikutan,
ada yang bagi2 takjil
ada yang sumbang sembako ke panti asuhan

saya setuju, berbagi kebahagiaan dengan mereka yang 'kurang'
tapi alangkah baiknya,
tidak memamerkan kegiatan itu di status dan Display Picture di Smartphone
tidak memamerkan dalam bentuk status

tujuannya apa?
supaya Anda dianggap lebih mampu dari mereka yang kurang?
supaya Anda dianggap lebih 'wah' karena bisa memberi?

cukuplah hanya Anda dan Tuhan yang tahu, tidak perlu dibagikan pada orang lain, orang lain pun akan merasa Anda 'tidak pantas' berbuat seperti itu...

maaf, saya tidak menghakimi apa yang Anda lakukan
saya cuma ingin mengutarakan pemikiran saya,
beberapa hari lalu, teman saya di kantor saya sebelumnya, meng'update' status "indahnya berbagi" dibarengi dengan ganti DP di BBnya, dengan aksi memberikan bingkisan pada seorang bapak tua yang lusuh,
hari berikutnya disusul oleh teman saya dari jaman  kuliah dulu, DP nya diganti papan nama sebuah panti asuhan, lalu update status "saatnya berbagi'

memberi itu bagus,
berbagi itu baik,
tapi akan menjadi lebih bagus dan lebih baik lagi jika Anda simpan sendiri, Tuhan tetap akan mencatatnya sebagai tindakan positif Anda kok, point positif itu tidak akan hilang atau hangus, tidak ada masa berlakunya kok...

terima kasih

0 comments:

Post a Comment