Apa bedanya kamu dengan pengkhianat
Sama saja
Sama sama mengingkari perjanjian,
kesepatan berdua, sebelumnya
Kamu tahu, tapi pura pura tidak
tahu, tidak peduli, tidak sadar
Kamu tahu mengapa Bapak mengurangi
jam tidur malamnya untuk mencari tambahan uang?
Ibu juga rela tidak pernah tidur
siang lagi karena harus membantu pkerjaan bapak yang 24 jam saja
masih terasa kurang
Katamu itu sudah seharusnya,
seharusnyalah tugas orang tua
Semua banting tulang, demi kamu
Dan aku ingin banting otakmu,
percuma kamu punya otak tapi ga bisa mikir,
Makan malam tanpa ayam atau daging
sudah biasa, hampir setiap hari makan telur goreng keasinan, juga
sudah biasa
Tapi kamu tidak terbiasa, kamu malah
sibuk cari jajanan lauk di luar
Sukur2 tidak jajan cewek, kata Bapak
Semua mencintaimu, membanggakan kamu
sebagai anak laki satu satunya, yang dikira mampu membawa keluarga
ini ke arah lebih baik
Kamu enak, setahun lagi memegan
gelar sarjana, S1, aku malah pontang panting membiayai diri sendiri
untuk bisa kuliah lagi
Uang jajan kamu hamburkan untuk
rokok, untuk beli ini itu,
Pulsa masi minta Ibu, apa gunanya
kedua tanganmu yang sudah bisa cari uang sendiri?
Kamu bilang Bapak Ibu ga sayang
kamu, ya kan? Kamu akan selalu bilang begitu kalo satu saja
keinginanmu tdk dpt terpenuhi
Kamu tahu, tapi kamu pura pura ga
tau, ga peduli, ga sadar, kalo biaya kuliahmu saja sudah hampir mau
menjual rumah
Bapak rela gak beli kebutuhannya,
supaya bisa nabung, demi kamu, demi kuliahmu
Kamu malah enak2an
Buang2 uang dengan HP baru, baju
baru, sepatu baru, tas baru, laptop baru harga sepuluh jeti,
modifikasi motor,
Lama lama kamu bakalan minta rumah,
minta harta warisan
Sama saja kamu bunuh orang tuamu
pelan pelan
Aku semakin ingin bunuh kamu
Kamu ga lihat, tubuh Bapakmu itu
semakin item, semakin kurus, semakin tidak terawat, tidur sehari
hanya 3jam itu sudah sukur alhamduilah, lupa makan bagi Bapak juga
sudah biasa
Demi sapa?
Ya demi kamu
Aku ga iri, toh tiap manusia sudah
diberi jatah rejeki masing masing oleh Yang Maha Kuasa
Aku Cuma ga terima, kenapa kamu yang
mendapat lebih, padahal aku yang berkorban lebih,
Kupingku panas ketika Bapak sama Ibu
membanggakan kamu di depan saudara dan teman temannya,
Kamu tahu, tapi kamu pura pura ga
tahu, ga peduli, ga sadar, tiap kamu minta apa, langsung dikabulkan,
gitu kamu minta lebih dan lebih
Bunuh saja orang tuamu langsung,
daripada pelan pelan tapi lebih menyakitkan
0 comments:
Post a Comment