minggu pagi, saya berniat ke warnet dekat rumah, bukan untuk internetan, tapi ngeprint, saya tdk punya printer, toh buat apa juga beli kalo jarang pakenya,
setelah sampai dan parkir motor, saya menuju meja operator, tidak ada orang,
menunggu,
5menit,
10menit,
saya teriak ke bapak tukang parkir "oh mungkin di lantai 2 mbak, ditunggu aja"
15menit, sudah 5orang termasuk saya yang ngantri berdiri di depan meja operator,
karna ga tahan menunggu, maka naiklah saya ke lantai 2,
karena tdk tahu seperti apa wajah sang operator warnet, ya saya teriak "operator! operator warnetnya mana ini?"
"sudah 5orang nunggu 15 menit" lanjut saya
sebenarnya bukan teriak2nya saya yang mau diceritakan di posting ini,
tapi ketika naik ke warnet lantai 2, pemandangan kiri kanan bilik komputer itu sungguh mencolok mata, ada yang cium2an, ada yang sambil pegang2 di balik celana, ada yang cium2an dan pegangan2 antara operator dan langganannya...
ya si operator nan tampan berkulit hitam legam itu, sedang asyik in de hoi dengan pelanggan yang ga seberapa cantik itu di salah satu bilik,
kalo dulu pas jaman jepang ada rumah bordir, yang memperdagangkan tubuh2 wanita, jaman sekarang ini muncul namanya warnet, bedanya cuma objek perdagangannya saja, warnet pake komputer, pake pelanggan, tapi keduanya sama sama datang-bayar-pulang
dosa ditanggu entar aja di akhirat, mumpung sekarang masih lagi enak2nya
saking enaknya, meja operator sampe ditinggal, bayangkan jika saya tidak naek ke lantai 2, bisa bisa muncul adegan plorot plorot celana itu....
0 comments:
Post a Comment