Setelah buka puasa bersama di kantor semalam, kami disuguhi makanan penutup
herannya saya dan semua tidak menolak, bukan tidak berani menolak pada beliau, tapi tiap kali beliau bicara, kita semua seperti kena sirep, kena gendam
sosoknya kharismatik, mampu membangkitkan semangat para penontonnya. persis kayak gayanya motivator2 jaman sekarang
bukan makanan penutup biasa, ini kuliah abis buka.
apa bedanya pekerjaan dengan profesi?
Jika Anda bangun pagi, berangkat kantor jam 8 lalu pulang jam5, akhir bulan nunggu gajian, itulah pekerjaan, pkoknya gaji masuk utuh, pkoknya bisa cepet pulang teng-go, jam 5 teng langsung go!
dalam pekerjaan, Anda sekedar bekerja, menjalankan apa yang ditugaskan atasan Anda, Anda tidak peduli perusahaan Anda akan berkembang tidaknya dalam waktu 10 tahun mendatang, sayang sekalim padahal Anda sudah urun tenaga ini itu selama Anda kerja di perusahaan tersebut, bayangkan jika tenaga itu menjadi tidak berarti apa2 ketika perusahaan bangkrut dan Anda di 'rumahkan'
Coba koreksi diri, jangan nuntut gaji besar, tunjangan macam, tapi kewajibanhanya sebatas tugas.
"saya bukan tidak bisa kerja di purchasing atau accounting, saya bisa,, tapi itu hanya sebagai pekerjaan, sedangkan profesi saya seorang sales marketing, karena saya punya passiong di bidang ini, saya tidak malu menyebut diri sebagai salesman, toh tugas saya memang jualan"
dinamakan profesi ketika Anda punya passiong dalam bidang tersebut.
bagaimana caranya utk bisa 'berprofesi'?
mudah saja, silakan Anda cari apa yang Anda sukai, pelajari, pahami, dan silakan Anda kembangkan.
Ucapkan saja pada diri sendiri " SAYA INGIN MAJU, DAN SAYA INGIN MEMBUAT PERUSAHAAN INI LEBIH MAJU LAGI"
7.31.2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment