6.18.2013

BELI IJAZAH = BELI MASA DEPAN ?

perkembangan Indonesia semakin pesat, ada banyak cara cepat yang dapat ditempuh untuk meraih cita cita, salah satunya membeli ijazah, lalu mengapa harus beli? jika pendidikan dapat ditempuh dengan legal? begitu juga timbul pertanyaan lain, mengapa haru studi legal jika ijazah dapat dibeli tanpa membuang waktu hingga tahunan?



Tidak harus kuliah dan hemat waktu!
Pasti tidak akan mengganggu aktifitas anda yang sudah super-sibuk
Biaya lebih murah dari Kuliah biasa
Ijazah atau sertifikat sama legalnya dengan kuliah yang biasa - Terdaftar di KOPERTIS/DEPDIKNAS dan Kampus.
Dapat segera meraih posisi atau jabatan yang dikehendaki
Bersiap-siap untuk segera naik jabatan atau pangkat di tempat kerja anda

ada beberapa teman yang menyetujui cara ini,
setelah mendengar dapat diangkat menjadi pegawai tetap pada suatu bank swasta populer di Indonesia, hanya dengan ijazah S1, maka berlombalah mereka mencari informasi mengenai hal tersebut.

ada yang menyebut 8 juta saja, untuk program studi S1. jika dibandingkan dengan biaya studi legal di universitas hingga jenjang waktu 4-5 tahun, tentu biaya ini jauh lebih murah, dan tentu saja tidak memakan waktu.


universitas juga tidak bodoh dengan mentah mentah dibayar lalu ijazah diberikan, ada pula beberapa universitas gadungan yang menawarkan kuliah singkat, 2tahun lulus, absen cukup saat ujian saja, tinggal bayar, wisuda, ijazah keluar.


"aku cari gelar tok, bukan cari ilmu, buat apa susah susah kuliah sungguhan?" jawabnya.


pernah satu kali, saya melakukan tahap interview lamaran kerja dengan salah satu bank asing di Surabaya, mereka mengatakan, bahwa perusahaan2 besar akan bekerjasama dengan suatu badan/ lembaga yang bertugas melakukan pengecekan terhadap ijazah dari calon pelamar, apakah asli atau palsunya.


mendengar hal ini, saya jadi merinding sendiri, bayangkan, Anda telah meraih jabatan yang telah Anda impikan, suatu hari pihak direksi/ perusahaan memecat Anda secara sepihak dengan alasan ijazah Anda PALSU, malu? bukan malu lagi, kalo bisa tidak usah dikenal lagi, pindah luar kota deh, supaya hilang dari peredaran sekalian.


ipar dari salah seorang teman mengalami hal yang sama, dipecat setelah 10 tahun bekerja pada perusahaan itu.


malu juga jika memilih jalur non legal ini, seorang penjual gorengan di kantor saya yang lama, rela meluangkan waktunya setiap hari sabtu dan minggu untuk kuliah, memang bukan universitas besar dan terkenal, tapi niatnya untuk memilih jalur legal itu lho yang patut dicontoh,

"malu mbak sama diri sendiri, wong itu sama dengan bohong sama diri sendiri kok"

Saya D3 sekretari, Se-Indonesia tidak ada studi lanjutan S1 untuk jurusan ini, dan beberapa kali surat lamaran maupun tahap interview saya gagal, karena alasan D3nya.

mana yang sebaiknya dipilih?

toh banyak juga lulusan S1 yang pengangguran karena tidak memiliki pengalaman yang mumpuni. Jika 50juta yang Anda miliki dapat digunakan untuk buka usaha, lalu mengapa harus digunakan untuk studi? belum tentu 50 juta Anda akan balik modal kan?

1 comments:

Anonymous said...

Thank's gan infonya !

www.bisnistiket.co.id

Post a Comment