selamat hari sabtu, selamat menyambut malam minggu teman teman...
beberapa kali melihat adegan ibu hamil yang naik kendaraan umum dan tidak mendapat tempat duduk karena ego tiap penumpangnya yang hadir. Saya kira itu klise, adegan televisi semata, tapi ternyata tidak.
dalam perjalanan Surabaya-Sidoarjo, dengan transportasi bis umum melewati jalan tol, saya melihat sendiri kejadian tersebut.
jangan komentar miris dulu sebelum saya ceritakan detailnya.
ibu hamil tua itu berdiri menunggu bis datang yang akan mengantarnya pulang ke rumah, baju ungunya berwarna agak lusuh, sedikit kedodoran, berkerudung dengan warna senada juga.
syukurlah tak perlu menunggu lama bis tersebut, maklum jam pulang kerja, siapa cepat maka dia dapat. Karena berat perutnya juga menentukan gesit tidaknya si ibu itu bergerak, maka mohon maaf ia tak mendapat tempat duduk.
bagi saya, pekerja yang menggunakan tumpangan bis umum setiap harinya, pemandangan yang bergelantungan di bis adalah hal yang sangat biasa. Bercampur berbagai macam bau, bercampur berbagai macam jenis manusia, semuanya tumplek blek dalam satu kendaraan raksasa itu.
tapi pemandangan sore kemarin tampak berbeda, tampak istimewa, karena tidak mendapat tempat duduk, bumil itu terpaksa berdiri, memaksakan diri menahan perutnya sambil menjinjing tas kerjanya.
jalan macet, berdiri pasti terasa pegal, dan terucaplah kata itu
"permisi, saya boleh duduk? saya gak kuat, capek banget" ujarnya sambil memegangi perutnya yang memblendung besar.
"saya juga bayar" jawaban orang pertama
"sama sama bayar kan?" jawaban orang kedua
"saya juga gak kuat berdiri" jawaban orang ketiga
"ibu hamil si, kok naek bis?" jawaban orang ke empat
ada yang jawab seadanya, buang muka, pura pura tidak mendengar, ada yang langsung memejamkan mata pura pura tidur.
saya tau semua capek setelah beraktivitas seharian, semua juga pengen duduk, saya sendiri sudah sangat terbiasa tidak pernah mendapat duduk saat bis pagi maupun saat sore.
lalu apa yang terjadi? ibu itu tidak peduli apa kata orang, iya ambil ancang ancang, duduk bersila di bawah, iya di bawah, di antara orang orang yang berdiri bergelantungan.
astaga! kemana hati orang orang ini ya Tuhan..
saya coba berpikir positif, mungkin setelah ia ambil tindakan untuk duduk di bawah, akan ada seorang penumpang berhati emas yang menawarkan tempat duduk.
lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, setengah jam, satu jam...
NIHIL !!!
ada wanita muda yang nantinya juga akan dihamili suaminya,
ada wanita tua yang dulunya pernah hamil tua juga,
ada wanita sangat tua yang anak perempuan pasti juga akan dihamili nanti,
ada pria muda yang nantinya akan menghamili istrinya,
ada pria tua yang dulunya pernah menghamili juga,
ada pria sangat tua yang dulunya pasti merasakan nikmatnya menghamili istrinya saat muda dulu,
ada sosok wanita dalam setiap aspek kehidupan mereka, teman, saudara, ibu kandung mereka,
lalu mengapa harus bersikap acuh pada wanita hamil tua yang saya lihat matanya berkaca kaca, menahan pedihnya, susahnya, tidak dipedulikan oleh sesama hamba Tuhan..
Tuhan, Kau pasti mendengar doa ibu itu kan?

0 comments:
Post a Comment